Dia, Secangkir Matcha
"Dalam keramaian hari, ada sepi yang selalu menarik mataku. Bukan dalam hening, melainkan kamu adalah serupa melodi yang tak terucap namun menggema dalam relung hati." Di antara riuhnya tawa dan derai langkah kaki, ada satu melodi yang selalu menarik perhatianku. Bukan alunan gitar atau bisikan angin, melainkan pesona sederhana dari seorang insan. Dia adalah kisah yang ingin kubisikkan, rahasia yang terukir di sudut hati, semanis dan sedalam matcha yang sering kuracik sendiri. Dia tinggi, layaknya pohon teh yang menjulang, menaungi daun-daun hijau yang bersembunyi di bawahnya. Manis senyumnya, selalu menghiasi wajahnya di mana pun ia berada, serupa bubuk matcha murni yang menebarkan aroma menenangkan. Ada ketampanan yang jujur di sorot matanya, keramahan yang terlukis dari setiap lengkungan bibirnya saat ia berbicara. Suaranya, ya, suaranya selembut buih matcha yang baru saja dikocok, menenangkan namun meninggalkan jejak yang kuat. Namun, di balik kelembutan dan senyum yang...







