Makna Fastabiqul Khairat menurut Wahbah Az-Zuhaili Dalam Tafsir Al-Munir (Kajian Qs. Albaqoroh ayat: 148)


Muhammadiyah dan spirit Fastabiqul Khairat. Rasanya hampir semua warga muhammadiyah mengucapkan bagian dari surah Al-Baqqrah ayat:148.  Fastabiqul Khairat artinya adalah berlomba-lomba dalam kebaikan. Frasa ini sering kali diucapkan oleh warga (pemuda) Muhammadiyah ketika akan mengakhiri ceramahya, dan frasa ini secara resmi menjadi bagian penting dilambang pemuda Muhamadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Farasa Fastabiqul Khairat berasal dari firman Allah yang terdapat di dua ayat dalam Al-Qur’an, yaitu: surah Al-Baqarah ayat 148 dan surah Al-Maidah ayat 48.

Namun yang akan kita bahasa kali ini adalah bagaimana pendapat Wahbah Az-Zuhaili di dalam tafsirnya Al-Munir mengenai makna dari kata Fastabiqul Khairat. Mari kita simak:

Berdasarkan tafsir dan penjelasan yang ditulisnya arti/makna potongan ayat tersebut beliau menyampaikan bahwasanya untuk bersegeralah kalian dalam mengerjakan berbagai kebaikan. Hendaknya setiap orang berkeinginan kuat untuk menjadi orang pertama/tercepat dalam melakukan kebaikan dan menjauhi kejahatan dan kesesatan. Satu-satunya yang diperhitungkan adalah mengerjakan kebajikan, sementara Negeri dan arah kiblat bukanlah asas pendekatan kepada Allah. Semua Negeri dan arah menurut Allah adalah sama, ia akan menjemput dimanapun kalian menetap lalu mengumpulkan kalian untuk diadakan perhitungan amal.

Berdasarkan fiqih kehidupan atau hukum-hukum maksud dari perintah yang terdapat dalam firmannya “Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat ) kebaikan” adalah bersegera melaksanakan apa yang diperintahkan Allah yaitu, berkiblat kearah ka’bah. Meskipun kalau dilihat dari keumuman lafalnya perintah ini berisi imbauan untuk bersegera mengerjakan jenis ketaatan, makna yang dimaksud-sebagaibana kata Al-Qurtubi adalah bersegera menunaikan sholat pada awal waktunya.

Menurut sekretaris umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti beliau menyampaikan bahwa kita tidak sekedar berkompetisi, tetapi berkompetisi secara sehat dan ksatria beliau juga mengistilahkan sebagai gentelman competition dan bukan rivalry confrontation artinya kita Muhammadiyah harus menjadi yang terbaik, tapi kalau tidak bisa maka harus tetap diatas rata-rata, kita bisa menjadi lebih hebat tanpa harus melumpuhkan yang lainnya. Ucap beliau.

Allah memerintahkan seluruh umat islam agar melakukan sibaq atau fastabiqul kairat, dalam firmannya surah Al-Hadid ayat 21

(#þqà)Î/$y 4n<Î) ;otÏÿøótB `ÏiB óOä3În/§ >p¨Yy_ur $pkÝÎötã ÇÚöyèx. Ïä!$yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur ôN£Ïãé& šúïÏ%©#Ï9 (#qãZtB#uä «!$$Î/ ¾Ï&Î#ßâur 4 y7Ï9ºsŒ

ã@ôÒsù «!$# ÏmÏ?÷sム`tB âä!$t±o 4 ª!$#ur rèŒ È@ôÒxÿø9$# ÉOÏàyèø9$# ÇËÊÈ  

“berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.”

 

Dapat disimpulkan bahwa maksud dari kata Fastabiqul Khairat disini ialah bukanlah sekedar permainan, atau ajang membanggakan diri seperti yang dilakukan anak-anak atau orang haus akan kekuatan dan kekuasan. Tetapi maksudnya adalah bersegeralah kita menuju kepada ampunan Allah, dalam penggalan ayat tersebut bukan hanya sekedar memerintahkan kita untuk segera bertaubat akan tetapi ayat ini bermaksud menyuruh kita untuk bersegera dalam melakukan sebab-sebab yang bisa membuat kita meraih ampunan Allah. Di antara sebab-sebab yang bisa mendatangkan ampunan Allah Subhanahu wa ta’ala adalah amal saleh, dan di antara amal saleh adalah bertaubat.

 

Sumber:

Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Al-Munir Aqidah, Syariah, Manhaj,

 

 

 


Komentar

Postingan Populer