Aku Dan Budaya Batak Toba, Gondang Naposo
Halo Sahabat Pena. Dengerin Ceritaku Yuk!
Jadi, hari ini merupakan hari dimana aku sudah genap satu bulan di kota Medan, pada hari sabtu, 30 September 2023. So, banyak hal yang aku pelajari disini mulai dari cara bicara masyarakat Medan dimana nada bicara yang tinggi, keberagaman agama dan bahasa batak, walaupun aku belum bisa menghafalnya.
Dan hari ini juga, aku diberikan kesempatan untuk mempelajarai budaya batak toba dan pesta khasnya yaitu Gondang Naposo. selain itu kami juga ditemani oleh teman-teman UKM IMABATO. Sebelum aku kasi cerita tentang gondang naposo, disini aku mau kenalin dulu nih UKM IMABATO atau iakatan mahasiswa batak toba dimana ukm ini bergerak dengan membawa kebudayaan batak toba di Universitas Sari Mutiara Indonesia, yang terbentuk pada tahun 2017. Dimana ketuanya saat ini ialah abang Ruben Gultom, ukm Himabato ini ada sebanyak 20 ukm di kota Medan salah satunya ada di USU dan Unimed. Perlu kalian ketahui teman-teman pena, untuk bisa mengiti UKM ini itu diharuskan memiliki marga/budaya batak toba, akan tetapi jika tidak memili marga batak toba tersebut bukan berarti tidak boleh mengikuti UKM ini ya, boleh dengan catatan nenek moyang memiliki marga atau darah batak. Abang Gultom menyampaikan bahwa suku batak terdiri dari beberapa jenis diantanya ialah batak toba yang berasal dari Tobasa (Toba Samosir), Batak Kro, Batak Mandaini Batak Pakpak dan yang terahir batak simalungun. itulah sedikit cerita tentang HIMABATO.
Nex aku juga diperkenalkan dengan Abang Jumpring Manulang beliau juga merupakan salah satu alumni dari UKM Himabato, beliau inilah yang menjelaskan tentang Gondang Naposo. apasih pesta Gondang Naposo?
Merupakan pesta muda mudi batak toba yang merupakan sarana untuk membina hubungan antara muda mudi yang satu dengan muda mudi yang lain. pesta ini sudah menjadi turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat batak toba karena memiliki makna kuat bagi orang tua yang menginginkan anaknya cepat mendapat jodoh. Tradisi ini bisa dikatakan atau dimaknakan sebagai keberlangsungan marganya. maksudnya adalah anak perempuan yang sudah menikah akan mendapatkan marga dari sang suami semisal, marga dari suaminya adalah Gultom maka si anaknya nanti akan melanjutkan marga ayahnya.
Tujuan dari pesta gondang naposo ini ialah sebagai sarana perkenalan, pendekatan sapaan hingga bebalas pantun yang dilakukan oleh kaum muda mudi batak. Selain itu juga membantu muda mudi yang jomlo untuk menemukan jodoh, tidak jarang ini disebut dengan "Take Me Out" versi batak.
Rumah adat yang ada di batak toba adalah rumah aan Bolon ada juga tarian khasnya bernama tarian Tor-Tor (lewat tarian inilah yang dijadikan muda-mudi untuk sarana perkenalan). ada juga makanan khasnya yaitu nasi arsik atau ikan mas, lampet dan nani urang, terakhir ada juga alat musik yang digunakan di gondang naposo diantaranya: tagading, garantung, sarue, hasapi, ogung dan seruling.
Kegiatan yang ada di gondang naposo adalah umpasa atau pantun menggunakan bahasa batak dan ada beberapa jenis gondang diantaranya:
- Gondang Panomunomuon atau penjamuan tamu
- Gondang Mula-Mula ini disebut dengan asal muasal terciptanya manusia yang dikhususkan pada pencipta dan leluhur.
- Gondang Soba disebut dengan hormat kepada kaka atau adik dari ibu yang telah melahirkan.
- Gondang Liat-Liat setelah penjamuan tamu, akan dilakukan tiga kali keliling dan saling memeberi kebaikan atau sering disebut tali silaturrahmi.
- Gondang Hata Sopisik kegiatannya yaitu berbisik atau mengobrol.
- Gondang Hasahatan/Sitio-Sitio atau Penutup
Didalam budaya batak toba dikenal juga dengan dalihan natolong ada tiga jenis dalihan diantaranya adalah yang pertama Somba marhula hula disebut dengan hormat kepada kaka atau adik dari ibu yang telah melahirkan, yang ke dua Manat martongan tubu artinya kakak beradik tidak boleh asal-asalan, yang ketiga ada Elek marboru diartikan sebagai kita harus bisa membujuk adik atau saudara kita.
Setelah kita mendengarkan cerita singkat dari abang-abangnya tadi kita lanjut melakukan tarian Gondang Naposo, jadi langsung praktek yaa teman-teman pena. Agak sedikit melelahkan tapi menyenangkan.
jadi sahabat penaku, setiap pulau atau daerah memiliki budayanya masing-masing pentingnya bagi kita menghargai budaya tersebut dan untuk generasi muda sangat penting bagi kita untuk mempelajari budaya-budaya yang ada di Indonesia. maka dari itu generasi muda Indonesia, mari menjadi generasi yang merdeka.
Fastabiqul Khairat.



Komentar
Posting Komentar