Mengenal Budaya Nias Hombo Batu Melalui PMM3


 Halo sahabat merdeka!!

Hari ini tanggal 11 November 2023 adalah jadwal kegiatan Modul Nusantara minggu ke dari program Pertukaran Mahasiswa Bach 3 (PMM3) di Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan.
Pada minggu ini aku punya kesempatan untuk belajar budaya Nias.

Pulau Nias berasal dari Provinsi Sumatra Utara, dimana pualau ini terletak di tengah-tengah laut, sudah ada gambaran ya keindahan pantainya. 
Nama Ibu Kota Nias ini adalah Sibolga, dimana seiring perkembangannya zaman pulau Nias lepas dari Sibolga. Nias mempunyai 4 kabupaten dan 1 kota dengan budaya yang berbeda-beda.

Dari 4 kabupaten dan 1 kota ini mereka memiliki cirinya masing-masing:
  1. Nias Utara, dikenal dengan sumber daya alam yang melimpah, sawah yang luas, buah kelapa yang tidak terhitung banyaknya. Ada juaga pantai Tureroto yang bentuknya menyerupai otak manusia, dan juga ada pantai merah disebut pantai merah karena pasirnya yang berwarna merah.
  2. Nias Barat, pada kabupaten ini ada yang namanya pulau Asu, dimana pada pulau ini yang singgah atau menempati hanya nelayan saja dan itupun hanya datang untuk mencari ikan, ada juga pulau Rote sama-sama pulau tidak berpenghuni. di Nias Barat sering dikenal dengan (Pulau Ehula) kalau diterjemah artinya terbenamnya matahari.
  3. Nias Selatan, ciri khasnya adalah dikenal dengan pariwisatanya yang banyak, dimana ada pantai sorake yang cukup dikenal. Dan sudah mendapat sorving terbaik Internasional ke 2. Budaya Hombo Batu
  4. Kabupaten Nias
  5. Kota Madia
Itulah sedikit pemaparan mengenai pulau Nias, jadi bagaimana sahabat merdeka, apa sudah mualai penasaran dengan pulau Nias? semoga ada kesempatan ya untuk mengunjungi pulau Nias.

Mungkin sahabat merdeka banyak yang bertanya nih masyarakat Nias asalnya dari mana sih? dijelaskan dari salah satu penelitian yang telah terbukti adanya di tahaun 2013, mereka mengatakan bahwa masyarakat Nias datang dari Taiwan melalui jalur filipin. Data ini sudah ini sudah terbukti saat ini.
By the way sahabat merdeka kalau kalain datang ke kota Medan ataupun Nias kemungkinan kalian akan sulit membedakan mana masyarakat nias asli dan mana yang Chinese (Cindo), karena mereka sangat mirip sehingga sulit untuk membedakannya.

Nah, selain keberangaman wisatanya dan masyarakatnya yang dikenal cantik-cantik dan ganteng-ganteng yang menarik untuk dikunjungi ialah Nias juga terkenal dengan budayanya loh sahabat merdeka, salah satunya yaitu Hombo Batu (Lompat Batu) yang berasal dari Nias Selatan, kebudayaan ini sudah cukup mendunia. konon katanya sejarah dari Hombo Batu ini yaitu dimualai dari masyarakat Taiwan yang terdampar di kota Nias.

Sejarah dari adanya Hombo Batu yaitu ditengah maraknya peperangan antar suku, budaya , daerah  dan itu pada masa kolonial Belanda mereka sangat susah untuk menaklukkan kota Nias, akhirnya masyarakat Nias pun mendirikan benteng setinggi  2 meter setengah. dan kabarnya benteng itu sudah roboh pada saat ini, yang masih utuh ada di pulau (Bawa Mataluo) atau pulau matahari di Nias.
Selain adanya penjajahan, ada juga peperangan antar kampung, mengapa demikian? karena mereka merasa kampung yang mereka miliki itu kurang luas dan pada akhirnya mereka mau merebut kampung yang lainnya. Maka dari itu dahulu tiap kampung memiliki bentengnya masing-masing.

Dan pada masa ini Hombo Batu menjadi tradisi di kota Nias, dimana tradisi ini akan dilakukan oleh seorang remaja laki-laki dengan tujuan untuk menandai remaja tersebut sudah matang secara fisik dengan melompati batu tersebut. Dan sebelum melompati batu ada yang namanya ritual untuk meminta izin kepada leluhur dengan dipimpin oleh sesepuh masyarakat nias, ini bertujuan untuk keselamatan remaja laki-laki dalam melakukan tradisi.

Rumornya laki-laki yang tidak bisa melompati batu tersebut tidak bisa menikah, nah ini pemahaman yang salah sahabat merdeka, laki-laki memang diwajibkan untuk melompati batu tersebut tapi bukan berarti tidak bisa menikah. Tapi hanya untuk meyakinkan masyarakat bahwa pemuda ini sudah matang untuk memimpin satu keluarga tersebut, kalau pada zaman dulu mereka sudah siap untuk melawan musuh dalam peperangan seta menguji ketangkasan dan kekuatan dari para pemudanya.

Yang perlu sahabat merdeka juga ketahui adalah tidak semua remaja laki-laki Nias melakukan Hombo Batu ini hanya berlaku di kota Nias Selatan saja.

Itulah sedikit yang aku ketahui tentang budaya Hombo Batu ya sahabat merdeka, salam PMM3 "Bertukar Sementara Bermakna Selamanya". dan tetap cintai budaya Indonesia.


Nara Sumber:
  1. Abang Suzanolo Hulu
  2. Kaka Jernita Laia
  3. UKM Nias USM-I
https://www.instagram.com/reel/Czk0SHGPteK/?igshid=NWRwZjlmbG9jN3g3 








Komentar

Postingan Populer